JURNAL FILUM ANNELIDA PDF

Tujuan Praktikum 1. Mengenal keanekaragaman species — species Annelida. Mengobservasi ciri morfologi Annelida. Mengelompokkan species - species Annelida ke dalam classis yang berbeda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri. Mengobservasi dan mengidentifikasi ciri — ciri yang khas pada setiap classis C. Dasar Teori Annelida berasal dari kata Annulus cincin dan sebutan itu cocok dengan bentuk tubuh yang beruas-ruas bersegmen dan memanjang.

Author:Mozuru Faumuro
Country:Czech Republic
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):5 August 2009
Pages:143
PDF File Size:17.82 Mb
ePub File Size:8.66 Mb
ISBN:843-1-51769-470-1
Downloads:2627
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kazisida



Pengertian Annelida berasal dari kata annulus yang berarti cincin dan oidos yang berarti bentuk. Dari namanya, Annelida dapat disebut sebagai cacing yang bentuk tubuhnya bergelang-gelang atau disebut juga cacing gelang. Annelida dapat hidup di berbagai tempat, baik di air tawar, air laut, atau daratan. Umumnya hidup bebas, meskipun ada juga yang bersifat parasit. Filum Annelida terdiri dari cacing berbuku-buku seperti cacing tanah. Perkembangan buku-buku badan ini memungkinkan adanya pembentukan fungsi yang berbeda dalam ruas badan segmentasi yang berbeda.

Annelida memilikicoelom yang besar untuk mengakomodasi organ dalam yang lebih kompleks. Terdapat sekitar 12, jenis di laut, air tawar dan daratan, terbagi menjadi tiga kelas.

Struktur Tubuh Annelida adalah hewan triploblastik yang sudah mempunyai rongga sejati sehingga disebut triploblastik selomata. Annelida memiliki sistem peredaran darah tertutup, dengan pembuluh darah memanjang sepanjang tubuhnya serta bercabang-cabang di setiap segmen.

Annelida mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral, dengan tubuh beruas-ruas dan dilapisi lapisan kutikula. Cacing ini terbagi sesuai dengan ruas-ruas tubuhnya dan satu sama lain dibatasi dengan sekat septum.

Meskipun demikian, antara ruas satu dan lainnya tetap berhubungan sehingga terlihat bentuk seperti cincin yangterkoordinasi. Sistem saraf annelid terdiri dari sebuah otak yang terhubungan denganserabut saraf ventral, dengan sebuah ganglion di setiap segmen. Annelida memiliki sistem pencernaan yang lengkap termasuk faring, lambung, usus, dan kelenjar pencernaan.

Pengeluaran dengan nefridia di setiap segmen mengumpulkan zat sampah dari coelom dan mengekskresikannya keluar tubuh. Filum ini ditemukan di sebagian besar lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut. Panjang anggotanya mulai dari di bawah satu milimeter sampai tiga meter. Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta cacing berambut banyak , Oligochaeta cacing berambut sedikit , dan Hirudinea.

Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala prostomium dengan mata, antena, dan sensor palpus. Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas. Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin. Contoh : Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas Sabellastarte indica yang berwarna cerah. Sedangkan yang bergerak bebas adalah Nereis virens, Marphysa sanguinea, Eunice viridis cacing palolo , dan Lysidiceoele cacing wawo.

Kebanyakan Polychaeta hidup di laut serta memiliki parapodia dan setae. Parapodia adalah kaki seperti dayung sirip digunakan untuk berenang sekaligus bertindak sebagai alat pernafasan. Setae adalah bulu-bulu yang melekat pada parapodia, yang membantu polychaeta melekat pada substrat dan juga membantu mereka bergerak. Cacing kerang, seperti Nereis adalah pemangsa yang aktif.

Banyak yang memiliki kepala yang berkembang baik, dengan rahang bagus, mata dan organ peraba lainnya. Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen. Contoh :Oligochaeta yang paling terkenal adalah cacing tanah. Jenis cacing tanah antara lain adalah cacing tanah Amerika Lumbricus terrestris , cacing tanah Asia Pheretima , cacing merah Tubifex , dan cacing tanah raksasa Australia Digaster longmani.

Cacing ini memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah. Kemampuannya yang dapat menggali bermanfaat dalam menggemburkan tanah. Manfaat lain dari cacing ini adalah digunakan untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak. Oligochaeta contohnya adalah cacing tanah, yang cenderung memiliki sedikit setae yang bergerombol secara langsung dari tubuhnya. Cacing tanah memiliki kepala atau parapodia yang kurang berkembang. Pergerakannya dengan gerak terkoordinasi dari otot-otot tubuh dibantu dengan setae.

Cacing tanah tinggal dalam tanah lembab, karena badan yang lemnan digunakan untuk pertukaran udara. Cacing tanah adalah pemakan sampah yang mengekstraks sisa-sisa bahan organic dari tanaha yang dimakan. Faring berotot menarik makanan ke mulut, makanan yang sudah dicerna disimpan di tembolok lalu ke rempela. Sistem pembuangan ekskresi berupa tabung nephridia bergelung di setiap segmen dengan dua lubang; satu corong bersilia yang mengumpulkan cairan coelom, dan satu lainnya adalah lubang keluar tubuh.

Antar dua lubang itu, tabung nephridia membuang zat sampah dari saluran peredaran darah. Darah merah bergerak ke arah dengan sebuah pembuluh darah dorsal dan dipompa oleh lima pasang jantung lengkung aorta menuju pembuluh ventral.

Cacing tanah bersifat hermaphrodit, memilliki testis dengan saluran semen, dan ovarium dengan penerima semen. Perkawinan dilakukan dengan melibatkan dua cacing yang saling parallel dalam posisi berlawanan dan saling bertukar sperma. Setiap cacing memiliki klitellum yang mengeluarkan lendir, untuk melindungi sperma dan telur dari kekeringan.

Hirudinea Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit. Hewan ini tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya. Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 — 30 cm. Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing. Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.

Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. Hirudinea parasit hidup denga mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput.

Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa pacet dan hirudo lintah. Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik penghilang sakit , sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin.

Kelas Hirudinea contohnya lintah. Kebanyakan tinggal di air tawar, tetapai ada yang di laut atau daratan. Setiap gelang tubuh memiliki beberapa alur mendatar. Lintah memunculkan pengisap anterior kecil sekitar mulutnya dan pengisap posterior yang besar. Meskipun beberapa diantaranya adalah predator yang hidup bebas, kebanyakan adalah pemakan cairan. Pengisap darah dapat mencegah penggumpalan darah dengan zat hirudin yang dikeluarkan dari ludah.

Namun ada juga yang bereproduksi secara fregmentasi, yang kemudian beregenerasi. Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu hermafrodit dan ada yang terpisah pada individu lain gonokoris.

Cacing tanah dapat menyuburkan tanah, karena membantu menghancurkan tanah dan membantu aerasi tanah. Cacing palolo dan cacing wawo dimanfaatkan msayarakat di daerah tertentu dijadikan sebagai makanan. Lintah menghasilkan zat hirudin atau zat antikoagulan atau zat anti pembekuan darah. KESIMPULAN Dari pembahasan makalah kami, maka kesimpulan yang dapat diambil antara lain, annelida merupakan hewan invetebrata yang dapat hidup di berbagai tempat diantaranya air tawar, air laut, dan daratan.

Filum annelida terdiri dari cacing berbuku-buku. Annelida memiliki sistem darah tertutup dengan pembuluh darah memanjang sepanjang tubuhnya serta bercabang di setiap segmen dengan sekitar Filum annelida terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Polycaeta cacing berambut banyak , Oligachaeta cacing berambut sedikit , dan Hirudenia.

Annelidanya misalnya cacing tanah memiliki peran diantanya dapat menyuburkan tanah, makanan, dan menghasilkan zat hiruin. SARAN Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang perlu ditambah dan diperbaiki. Untuk itu penulis mengharapkan inspirasi dari para pembaca dalam hal membantu menyempurkan makalah ini.

Untuk terakhir kalinya penulis berharap agar dengan hadirnya makalah ini akan memberikan sebuah perubahan khususnya dunia pendidikan.

A HUMBLE HEART RL MATHEWSON PDF

Struktur Tubuh Annelida

Istilah kata Annelida berasal dari bahasa Yunani dari kata annulus yang berarti cincin, dan oidos yang berarti bentuk. Terdapat sekitar Filum Annelida hidup di air tawar, air laut, dan di tanah. Umumnya annelida hidup secara bebas, meskipun ada yang bersifat parasit. Reproduksi Annelida Reproduksi Annelida terjadi secara seksual atau aseksual. Reproduksi secara aseksual dengan cara fragmentasi pemutusan sebagian tubuhnya.

APLOTAXIS AURICULATA PDF

Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Peranan Annelida

Kata Annelida berasal dari bahasa Yunani dari kata annulus yang artinya cincin, dan oidos yang artinya bentuk. Annelida ialah cacing dengan tubuh bersegmen, tripoblastik dengan rongga tubuh yang sejati hewan selomata dan juga bernapas melalui kulitnya. Ada sekitar Filum Annelida hidup pada air tawar, air laut, dan juga di tanah. Reproduksi annelida secara aseksual dengan cara fragmentasi pemutusan sebagian tubuhnya.

JBL LSR4326P MANUAL PDF

Pengertian Annelida

Hirudenia Hirudenia merupakan kelas filum annelida tidak memiliki seta rambut dan tidak memiliki parapodium di tubuhnya. Tubuh hirudinea yang pipih dengan ujung depan serta di bagian belakang sedikit runcing. Di segmen awal dan akhir terdapat alat penghisap yang berfungsi dalam bergerak dan menempel. Gabungan dari alat penghisap dan kontraksi serta relaksasi otot adalah mekanisme pergerakan dari hirudinea. Kebanyakan dari hirudinea merupakan ekstoparasit yang sering di dapati di permukaan luar inangnya.

Related Articles