JURNAL EVOLUSI PRIMATA PDF

Manusia Heidelberg.. Manusia heidelberg ditemukan di Jerman Tahap kesebelas, munculnya makhluk yang dinamakan Homo sapiens purba, yakni makhluk yang hidup sekitar Makhluk ini sebagai hasil penemuan fosil dari tiga tengkorak yang tidak lengkap, yakni kepingan tengkorak, tulang, dan beberapa gigi. Dari fosil yang ada ditafsirkan bahwa manusia purba ini merupakan tipe peralihan antara Homo erectus ke Homo sapiens yang lebih modern. Kemampuan membuat alat sudah jauh lebih maju, bahkan ada yang menduga bahwa mereka sudah mulai bercocok tanam. Tahap keduabelas, adalah munculnya Homo sapiens neanderthalesis Manusia Lembah Neander Neanderthal , yakni makhluk yang diduga hidup pada masa antara

Author:Dulkree Bashura
Country:Poland
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):5 August 2015
Pages:445
PDF File Size:1.20 Mb
ePub File Size:3.36 Mb
ISBN:262-2-89937-840-5
Downloads:40116
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kazragor



Manusia Heidelberg.. Manusia heidelberg ditemukan di Jerman Tahap kesebelas, munculnya makhluk yang dinamakan Homo sapiens purba, yakni makhluk yang hidup sekitar Makhluk ini sebagai hasil penemuan fosil dari tiga tengkorak yang tidak lengkap, yakni kepingan tengkorak, tulang, dan beberapa gigi.

Dari fosil yang ada ditafsirkan bahwa manusia purba ini merupakan tipe peralihan antara Homo erectus ke Homo sapiens yang lebih modern. Kemampuan membuat alat sudah jauh lebih maju, bahkan ada yang menduga bahwa mereka sudah mulai bercocok tanam. Tahap keduabelas, adalah munculnya Homo sapiens neanderthalesis Manusia Lembah Neander Neanderthal , yakni makhluk yang diduga hidup pada masa antara Fosil makhluk ini ditemukan tahun di Lembah Neanderthal, Jerman.

Bentuk tubuhnya sepenuhnya manusia, hidungnya terlihat mancung. Ukuran volume otaknya relative sudah termasuk dalam kisaran ukuran rongga antara 1. Manusia Lembah Neander sudah memiliki kemampuan membuat dam memakai pakaian dari kulit dan hidup menetap secara sederhana di gua gua.

Para ahli pada umumnya sependapat bahwa manusia Lembah Neander adalah leluhur manusia modern, walaupun sekelompok ahli masih meragukan. Umumnya masih diperdebatkan apakah Homo sapiens neanderthalesis pra-manusia ataukah manusia? Sebagian para ahli berpendapat bahwa makhluk ini manusia walaupun wajahnya menyeramkan. Nama biologiny menunjukkan bahwa ia ditempatkan dalam genus dan spesies yang sama dengan kita, tetapi ditempatkan pada subspecies yang berbeda dengan manusia.

Manusia Neander tidak berdagu dan mempunyai otak yang sama besar dengan otak manusia sekarang. Volume otak ini berkaitan dengan kemampuan berbicara yang berkembang dengan baik.

Ia hidup di gua gua, menggunakan api dan dapat membuat peralatan dengan baik. Anggota keluarga yang mati dikuburnya. Homo sapiens neanderthalesis pernah disingkirkan dari catatan Homo sapiens secara anatomis modern. Banyak teori yang telah diajukan untuk menjelaskan perkembangan dan kepunahan Neanderthal.

Teori teori tersebut telah berspekulasi mengenai hubungan Neanderthal Eropa dengan bentuk bentuk lain dari Timur Tengah dalam rangka upaya mencari tempat Homo sapiens neanderthalesis dalam evolusi manusia. Teori teori tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: v Neanderthal adalah bentuk transisi antara Homo erectus dan Homo sapiens yang kemudian berevolusi menjadi manusia modern. Bentuk progresif dari Timur Tengah dianggap bentuk yang lebih maju. Ketika iklimnya bertambah hangat Mereka punah atau oleh bentuk bentuk yang tidak begitu terspesialisasi dari Timur Tengah, yang berimigrasi ke Eropa.

Beberapa teori mungkin benar, atau mungkin salah. Nampaknya memang Neanderthal Eropa sedikitnya agak terisolir secara genetik. Apakah morfologi yang berbeda merupakan akibatfounder effect tidaklah pasti.

Sama saja seperti pertanyaan yang mempermasalahkan apakah mereka menyumbangkan gen pada populasi manusia modern. Nampaknya juga tidak mungkin teknologi Neanderthal tidak cukup menghadapi kebudayaan lain yang menyerbu, karena populasi setempat biasanya cenderung untuk lebih teradaptasi dengan lingkungan lokal daripada populasi imigan.

Namun, kita banyak melihat kasus kasus sejarah mengenai kekuatan teknologi kuat menggantikan teknologi setempat. Misalnya, jatuhnya suku Indian Amerika setelah kontak dengan orang Eropa. Tahap ketiga belas, yakni munculnya manusia Cro-Magnon. Makhluk ini merupakan Hominidae manusia purba termodern. Diduga hidup Mereka memiliki kebudayaan yang cukup maju, bercocok tanam secara baik, memelihara binatang, menguasai lingkungan, bahkan kemudian membangun kota serta mengembangkan peradapan. Ciri cirinya adalah memiliki dagu yang menonjol, hidung mancung, gigi kecil dan merata, serta raut wajah yang tampan.

Sesungguhnya makhluk ini mirip dengan orang orang Eropa sekarang. Cro magnon diambilkan dari nama gua di Prancis, tempat fosil fosil makhluk ini ditemukan. Tanpa ragu ragu para ahli anthropologi menempatkan manusia Cro Magnon pada spesies dan subspecies yang sama dengan kita Homo sapiens.

Manusia Cro Magnon memiliki ciri tinggi, tegak, dan mempunyai otak yang sama besarnya dengan otak manusia sekarang. Ia pandai sekali membuat alat alat dan juga ahli seni. Selain batu, mereka menggunakan tulang, gading, dan tanduk kijang untuk membuat alat-alatnya. Beberapa dari bahan ini diukur dengan corak corak atau dipahatkan menjadi bentuk bentuk benda yang dapat dikenal.

Bagaimana hubungan antara manusia Cro Magnon dan Homo sapiens yang sekarang hidup di Eropa tidak begitu jelas. Uraian palaentologi manusia sebenarnya membinggungkan, bahkan lebih membinggungkan daripada uraian yang terlihat di atas. Fosil manusia selalu tidak lengkap dan selalu sukar untuk menentukan umurnya.

Kadang-kadang para ahli anthropologi tidak bekerja sama dengan para ahli biologi mengenai lainnya dan begitu sebaliknya. Tetapi penelitian mengenai zaman terjadinya sebagian besar evolusi genus Homo mendapat kemajuan pesat.

Dikemudian hari tentu kita akan lebih mengetahui lagi mengenai asal usul manusia manusia manusia pra- Homo sapiens. Tahap keempat belas, yakni munculnya Homo sapienssapiens manusia modern.

Tidak pasti benar kapan munculnya manusia modern, namun para peneliti ada yang beranggapan bahwa manusia modern muncul sejak sekitar 2. Sejarah manusia adalah asal usul manusia. Fakta atau bukti yang diperoleh untuk mempelajari sejarah manusia dengan bantuan fosil-fosil yang ditemukan pada lapisan bumi.

Dari fosil-fosil yang ditemukan, didapatkan kesimpulan bahwa deretan-deretan fosil yang terdapat di batuan muda berbeda apabila dibandingkan dengan fosil-fosil dari batuan yang lebih tua.

Perbedaan itu disebabkan oleh perubahan yang perlahan-lahan. Cara penyebaran hewan dan tumbuhan dapat membuka tabir mengenai perubahanperubahan yang terjadi pada moyangnya. Tidak akurat untuk menganggap kalau manusia berkembang dari makhluk yang mirip atau identic dengan kera yang hidup di masa kini. Sebenarnya, baik manusia maupun kera berkemban dari nenek moyang bersama yang barangkali sama sekali tidak mirip dengan kera masa kini dalam hal ciri-ciri spesifiknya. Manusia dan kera telah berdivergensi dan menjalani jalur-jalur adaptif yang berbeda selama sekitar 8 juta tahun.

Banyak anti-evolusionis meng-anggap bahwa evolusi menyatakan kalau kera yang mirip sekali dengan gorilla masa kini memunculkan manusia dalam jangka waktu yang relatif pendek ribuan tahun.

Pandangan-pandangan itu mencegah pertimbangan terbuka akan nilai teori evolusi untuk menjelaskan keberagaman pada semua organisme. Berhubungan dekat dengan perspektif tersebut adalah ide yang sama salahnya, bahwa evolusi selalu berjalan lurus evolusi ortogenik dari bentuk nenek moyang melalui serangkaian bentuk turunan hingga menjadi organisme yang sangat adaptif dan relatif permanen.

Proses ovolusi berlangsung terus, dan pada banyak kasus garis-garis keturunan berkembang seperti semak-semak, bukannya pohon. Tidak ada bentuk yang teramat khusus yang merupakan perwujudan penuh sebuah garis keturunan, akan tetapi percabangan terus menerus terjadi dan jarang ada serangkaian bentuk yang membentuk sebuah garis keturunan tunggal yang tak bercabang.

Pada kasus manusia, garis keturunan hominid menhasilkan sebuah genus dan spesies berbeda, yang mungkin pernah berkoeksistensi satu sama lain untuk jangka waktu yang cukup lama. Pada saat yang sama, beberapa kera menjalani garis-garis evolusionernya sendiri untuk menghasilkan kera-kera masa kini, kera-kera lain menjadi punah.

Banyak diantara bentuk-bentuk yang punah itu merupakan cabang dari garis keturunan kera dan bukan merupakan nenek moyang langsung dari kera masa kini. Pelajaran yang penting dari hal tersebut adalah bahwa begitu terjadi divergensi di masa yang sangat lampau antara cabang hominid manusia dengan pongid kera dalam evolusi primata, sebuah proses selektif yang berbeda beroperasi pada massing-masing kelompok besar tersebut.

Miskonsepsi ketiga adalah bahwa semua ciri yang berasosiasi dengan hominid muncul secara bersamaan atau setidaknya mulai berkembang bersama-sama. Namun kenyataannya sama sekali tidak seperti itu.

Ciri-ciri semacam postur yang tegak tampaknya sudah ada jauh sebelum karakteristik-karakteristik khas hominid lainnya muncul. Kepercayaan keempat yang dipegang oleh pendukaung pandangan kreasionis adalah bahwa penerimaan garis keturunan evolusioner manusia bertentangan dengan keimanan Yahudi-Kristen ataupun komitmen pada agama apapun juga secara umum.

Walupun sejumlah sekte fundamentalis yang menerima interpretasi harfiah teks suci secara tidak kritis dapat menghadapi konflik dengan kerangka kerja evolusioner, banyak sekali pemeluk agama yang dapat mendamaikan komitmen-komitmen intelektual dan spiritual mereka. Bila kita membedah tubuh manusia, bagian-bagian tubuhnya seperti jantung, usus, hati, dan paru-paru tidak banyak berbeda dengan jantung, usus, hati, dan paru-paru kucing atau kera.

Dengan demikian pula jika kita mempelajari sistem saraf, sistem endokrin, pernafasan, pencernaan, reproduksi atau kontraksi otot-ototnya, kita akan selalu menemukan proses-proses kimia dan fisika yang pada prinsipnya sama yang seperti terdapat pada hewan. Manusia mempunyai rambut dan manyusui anaknya. Bagian-bagian anatomi manusia dengan kera sangat serupa, oleh karena itu mereka dimasukkan ke dalam satu golongan yakni Ordo Primata. Setiap spesies mempunyai ciri-ciri khas yakni ciri struktur, ciri fisiologi, dan ciri tingkah laku yang membedakan dari spesies yang lain.

Kadang-kadang sukar untuk dapat membedakan spesies yang berlainan tetapi yang dekat hubungan kekeluargaannya. Meskipun diantara individu dalam spesies manusia banyak terdapat keanekaragaman, spesies manusia dapat dibedakan dengan jelas dari hewan yang paling menyerupai, yakni Primata besar lainnya.

LONDONISTAN MELANIE PHILLIPS PDF

evolusi primata

Shakakazahn View More on Journal Insights. Journal of Human Evolution. Track Your Paper Check submitted paper Due to migration of article submission systems, please check the status of your submitted manuscript in the relevant system below: Shimona Kealy Julien Louys Elsevier Connect highlights recent research jurnaal the Journal of Human Evolution. Journal of Human Evolution — Elsevier Track accepted paper Once production of your article has started, you can track the status of your article via Track Your Accepted Article. Username Password I forgot my password Evopusi new account. There are several ways you can share your data when you publish with Elsevier, which help you get credit for your work and make your data accessible and discoverable for your peers.

FUNDAMENTOS DE CONSERVACION BIOLOGICA PRIMACK PDF

Primata – Pengertian, Jenis Primata Asli Indonesia Beserta Klasifikasi Lengkap

The evolutionary basis of g and its links to social learning and culture remain controversial. Conflicting hypotheses regard primate cognition as divided into specialized, independently evolving modules versus a single general process. To assess how processes underlying culture relate to one another and other cognitive capacities, we compiled ecologically relevant cognitive measures from multiple domains, namely reported incidences of behavioural innovation, social learning, tool use, extractive foraging and tactical deception, in 62 primate species. All exhibited strong positive associations in principal component and factor analyses, after statistically controlling for multiple potential confounds.

Related Articles