ANABOLISME LEMAK PDF

Katabolisme diikuti oleh pelepasan energi bebas yang telah tersimpan di dalam struktur kompleks molekul organik yang lebih besar tersebut. Pada tahap-tahap tertentu di dalam lintas katabolik, banyak dari energi bebas ini yang disimpan melalui reaksi-reaksi enzimatik yang saling berkaitan, di dalam bentuk molekul pembawa energi adenosine trifosfat ATP. Sejumlah energi mungkin tersimpan di dalam atom hidrogen berenergi tinggi yang dibawa oleh koenzim nikotinamida adenine dinukleotida fosfat dalam bentuk tereduksinya, yaitu NAHPD. Katabolisme disebut pula desimilasi.

Author:Douzil Bajin
Country:Mayotte
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):26 July 2013
Pages:162
PDF File Size:6.43 Mb
ePub File Size:14.30 Mb
ISBN:885-7-24332-216-6
Downloads:89030
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Balkis



Kali ini kita akan bahas tuntas mengenai katabolisme. Simak uraian berikut ini. Baca juga : Pengertian , Struktur, Sistem Kerja dan Faktor yang Memengaruhi Kerja Enzim Pada Sistem Metabolisme Sebelum diserap oleh usus halus, bahan-bahan makanan yang kita makan harus dipecah atau dirombak menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana.

Sebagai contoh, bahan-bahan makanan yang mengandung karbohidrat harus dirombak menjadi molekul-molekul glukosa, bahan-bahan makanan yang mengandung protein dipecah menjadi molekul-molekul asam amino, dan bahan-bahan makanan yang mengandung lemak dipecah menjadi asam lemak serta gliserol.

Katabolisme Katabolisme adalah reaksi pemecahan molekul-molekul besar yng kompleks menjadi molekul-molekul kecil yang lebih sederhana. Berikut akan dibahas proses pemecahan atau katabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Katabolisme Karbohidrat Katabolisme atau pemecahan molekul-molekul karbohidrat dimulai saat terjadi pencernaan makanan. Pada saat demikian, molekul-molekul karbohidrat kompleks polisakarida , akan diuraikan menjadi molekul-molekul karbohidrat sederhana monosakarida.

Proses tersebut berlangsung secara enzimatis. Pada peristiwa perombakan karbohidrat akan dihasilkan energi. Energi selanjutnya akan digunakan untuk berbagai keperluan hidup sel, seperti gerak, pembelahan, transportasi zat, dan penyusunan molekul-molekul organik yang besar. Reaksi katabolisme karbohidrat yang akan diuraikan dalam bab ini meliputi respirasi dan fermentasi. Respirasi Respirasi merupakan peristiwa oksidasi biologis yang menggunakan oksigen sebagai akseptor penerima elektron terakhirnya.

Dalam proses ini, oksigen direduksi menjadi air H2O. Elektron dan hidrogen yang bebas mula-mula ditangkap oleh NAD nicotinamide adenine dinucleotide yaitu suatu substansi yang berasal dari vitamin niasin menjadi NADH2, tetapi selanjutnya atom hidrogen dan elektron diberikan kepada oksigen melalui sistem transpor elektron sehingga dihasilkan kembali NAD dan H2O.

Tahap-tahap penguraian glukosa secara sempurna adalah glikolisis Glikolisis merupakan peristiwa penguraian glukosa suatu senyawa kimia dengan 6 atom karbon menjadi 2 asam piruvat suatu senyawa dengan 3 atom karbon. Reaksi glikolisis terjadi di dalam sitoplasma sel. Pembentukan Asetil Koenzim A Molekul-molekul piruvat yang terbentuk pada glikolisis memasuki mitokondria dan diubah menjadi asetil koenzim A asetil KoA.

Dalam serangkaian reaksi yang kompleks, piruvat mengalami dekarboksilasi oksidatif. Pertama, gugus karboksil dilepaskan sebagai karbon dioksida yang selanjutnya berdifusi ke luar sel. Akhirnya, oksidasi dua gugus karbon, yaitu gugus asetil, melekat pada gugus sulfidril koenzim A KoA—SH untuk membentuk asetil koenzim A.

Koenzim A dibentuk di dalam sel dari salah satu vitamin B, yaitu asam pantotenat. Reaksi pembentukan asetil KoA dikatalisis oleh suatu kompleks multienzim yang mengandung beberapa salinan dari tiap tiga enzim yang berbeda. Siklus Asam Sitrat Siklus asam sitrat atau siklus asam trikarboksilat disebut juga siklus Krebs sesuai dengan nama penemunya, yaitu Sir Hans Krebs Pada kondisi aerob, glukosa yang telah diubah menjadi asam piruvat melalui glikolisis akan dioksidasi secara sempurna menjadi air dan karbon dioksida melalui siklus asam sitrat.

Reaksi siklus asam sitrat terjadi di dalam matriks mitokondria. Sebelum memasuki siklus asam sitrat, asam piruvat 3 atom karbon harus dioksidasi terlebih dahulu menjadi asetil koenzim A atau asetil KoA 2 atom karbon. Reaksi ini terjadi di dalam mitokondria dan dikatalisis oleh enzim piruvat dehidrogenase. Transpor Elektron Fosforilasi Oksidatif Transpor elektron merupakan reaksi tahap akhir respirasi sel.

Transpor elektron terjadi pada membran sebelah dalam mitokondria. Pada reaksi ini, aliran elektron dari senyawa organik menuju oksigen akan menghasilkan energi untuk membuat ATP dari ADP dan fosfat. Fermentasi Fermentasi merupakan proses penguraian senyawa organik untuk memperoleh energi tanpa menggunakan oksigen sebagai akseptor elektron terakhirnya.

Ada berbagai macam jenis fermentasi berdasarkan hasil akhir substratnya, misalnya fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat. Fermentasi Alkohol Proses fermentasi alkohol berlangsung dalam kondisi anaerob sehingga asam piruvat yang terbentuk pada akhir glikolisis tidak berubah menjadi asetil koenzim A.

Asam piruvat akan mengalami dekarboksilasi menjadiasetaldehid dengan dikatalis oleh enzim piruvat dehidrogenase. Fermentasi Asam Laktat Dalam proses fermentasi asam laktat, asam piruvat tidak diubah menjadi asetil KoA untuk diteruskan ke siklus krebs, tetapi menjadi asam laktat. Proses perubahan asam piruvat menjadi asam laktat dikatalis oleh enzim laktat dehidrogenase. Katabolisme Lemak dan Protein Selain karbohidrat, lemak dan protein juga dapat dirombak untuk memperoleh energi.

Perombakan atau katabolisme menghasilkan energi lebih sedikit dibandingkan karbohidrat, sedangkan katabolisme lemak menghasilkan energi dua kali lebih banyak perunit massa. Perombakan lemak dimulai saat lemak berada didalam sistem pencernaan makanan. Lemak akan dirombak menjadi asam lemak dan gliserol. Gliserol tersebut merupakan suatu senyawa yang mempunyai 3 atom C adalah hasil pemecahan lemak kemudian diubah menjadi gliseraldehid 3-fosfat, selanjutnya gliseraldehid 3-fosfat mengikuti jalur glikolisis akan menjadi piruvat.

Asam lemak sendiri akan pecah menjadi molekul-molekul yang mempunyai 2 atom C, selanjutnya akan diubah lagi menjadi asetil koenzim A. Dengan demikian satu molekul glukosa akan menghasilkan 2 asetil koenzim A dan 1 molekul lemak yang mempunyai C sejumlah 18 dapat menghasilkan 10 asetil koenzim A, sehingga kita dapat mengetahui bahwa selama dalam proses katabolisme, energi yang dihasilkan lemak jauh lebih besar dibandingkan dengan energi yang dihasilkan karbohidrat.

Perlu Anda ingat bahwa 1 gram karbohidrat dapat menghasilkan energi sebesar 4,1 kalori, sedangkan 1 gram lemak dapat menghasilkan energi sebesar 9 kalori. Sedangkan protein merupakan biomolekul yang tersusun atas asam-asam amino. Didalam sistem pecernaan makanan, protein dapat diuraika dirombak oleh enzim protease menjadi peptida-peptida yang lebih sederhana, yaitu asam amino.

Selanjutnya asam amino tersebut mengalami deaminasi, yaitu pemutusan gugus amino dari asam amino. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan sumber literatur untuk mengerjakan tugas. Sampai jumpa pada postingan selanjutnya. Baca Artikel Lainnya.

COSMIC CODES CHUCK MISSLER PDF

Ananbolisme dan katabolisme lemak, karbohidrat, dan protein

Memberi tenaga protein sparing efek Pengaturan enzim, hormone Anonim, b C. Anabolisme Proses anabolisme atau sintesis protein secara garis besar dibagi dalam tiga tahap yaitu, tahap pemrakarsaan initiation , tahan pemanjangan elongation , dan tahap penghentian termination. Tahap Initiation Tahap ini merupakan tahap interaksi antara ribosom subunit besar dan subunit kecil. Tahap inisiasi diawai dengan pemisahan ribosom sub unit besar dengan ribosom sub unit kecil. Dan ini akan mengakibatkan langkah selanjutnya.

GASALERTMAX XT II PDF

Metabolisme Lipid – Kelainan, Lemak, Pada Tumbuhan, Jalur Normal

Posting terkait: Metabolisme berperan mengubah zat-zat makanan seperti: glukosa, asam amino, dan asam lemak menjadi senyawa-senyawa yang diperlukan untuk proses kehidupan seperti: sumber energi ATP. Energi antara lain berguna untuk aktivitas otot, sekresi kelenjar, memelihara membran potensial sel saraf dan sel otot, sintesis substansi sel. Zat-zat lain yang berasal dari protein berguna untuk pertumbuhan dan reparasi jaringan tubuh. Hasil metabolisme tersebut kemudian dimanfaatkan oleh tubuh untuk berbagai keperluan antara lain: sumber energi, menggangti jaringan yang rusak, pertumbuhan, dan sebagainya. Pengertian Metabolisme Metabolisme adalah seluruh reaksi biokimiawi yang terjadi di dalam sel tubuh makhluk hidup. Metabolisme dapat dibedakan menjadi 2 dua macam proses yaitu anabolisme penyusunan dan katabolisme penguraian.

Related Articles